Rabu, 12 Oktober 2011

Tepung Tulang


TEPUNG TULANG
PENDAHULUAN
Tepung  tulang  adalah  bahan  hasil  penggilingan  tulang     yang telah dieks trak gelatinnya.Produk ini digunakan untuk ba han baku pakan yang merupakan sumber mineral (teruta ma kalsium) dan sedikit asam amino.
Pembuatan tepung tulang merupakan upaya untuk mendaya gunakan limbah tulang yang biasanya tidak terpakai dan dibu ang di rumah pemotongan hewan. Hasil-ikutan  (by-products)  ternak  merupakan salah  satu  potensi  dari  subsektor  peter nakan  yang sampai saat ini masih  belum banyak  dimanfaatkan, khusus nya  untuk  industri  pangan.  Tulang,  tulang rawan  dan daging  dari  sisa  deboning  di  industri pangan  hasil  ternak  dan  rumah  pemoto ngan ayam adalah contoh hasil-ikutan  ternak  yang cukup besar peluangnya  untuk  dapat diolah  kembali  menjadi produk  baru  yang mempunyai nilai ekonomis  lebih tinggi. Tepung  tulang  berbentuk  serpihan  (tepung)  berwarna  coklat  dengan  teks tur yang kasar jika dirasakan, dengan aroma khas seperti daging sapi tapi ada juga yang tidak berbau. Sekilas memang hampir mi rip dengan  tepung MBM  tetapi kandungan nutrisiyang  dimiliki  jelas  berbeda.  Dalam  klasifikasi  bahan  pakan  tepung  tulang terma suk dalam kelas VI yang merupakan sumber mineral. Karena  tulang sapi kaya akan kalsium walaupun sedikit mengandung protein.
Nutrisi yang Terkandung
Tepung ikan memiliki kandungan gizi:
·        Protein     = 25,54 %,
·        Lemak      =   3,80 %,
·        Abu         = 61,60 %,
·        Serat        =   1,80 %,
·        Air           =   5,52 %.
Dengan abu yang  tinggi, sudah pasti kandungan mineralnya  juga  tinggi
MANFAAT TEPUNG TULANG
Dalam pembuatan pakan tepung tulang tidak terlalu banyak digunakan, dengankata lain tepung tulang merupakan suatu pelengkap dalam pembuatan pakan gunamelengkapi mineral yang ada dalam pakan. Begitu pula dalam pembuatan pakan  ikan,penggunaan  tepung  tulang biasa digunakan sebagai pendamping bagi  tepung  ikan yangkaya protein. Karena mineral merupakan trace element yang tidak dibutuhkan terlalubanyak tetapi harus ada dalam ransum pakan. Dilihat  dari  kandungan  nutrisinya,tepung  tulang  banyak  mengandung  kalsium.  Sehingga  manfaat  dari  tepung tulangtidak lepas dari peranan kalsium, yaitu berperan dalam pembentukan tulang, sisik sertasirip ikan serta menjaga dari kekeroposan akibat asupan kandungan mineral yang minim. 
Pembuatan tepung tulang
1.  BAHAN
·    Tulang
·    Larutan kapur 10 %.
Cara membuat 1 m3 larutan kapur 10% adalah dengan memasukkan 100 kg kapur ke dalam bak, kemudian menambahkan airsampai volumenya menjadi 1 m3. Campuran ini diaduk-aduk sampai kapurnya larut.
2.       PERALATAN
1.    Keranjang & semprotan air:
     Berfungsi untuk meletakkan tulang yang dicuci dengan  semprotan  air. Dasar  wadah  berlobang-lobang untuk meniriskan air.
   Wadah  perendaman : 
Wadah  ini digunakan  sebagai tempat  merendam serpihan tulang, dapat berupa bak semen, bak serat gelas (fiber glass), baskom plastik, atau ember plastik.
3.    Mesin penggiling tulang. Alat ini digunakan untuk menggiling tulang hingga menjadi sepihan dengan ukuran 1~3 cm.
4.  Palu dan kayu landasan. Alat ini digunakan jika tidak tersedia mesinpenggiling tulang.
5.   Wadah perebusan. Alat ini digunakan untuk merebus tulang. Drum bekasyang dipotong dua dapat digunakan untuk keperluan ini.
6.   Wadah ekstraksi gelatin. Alat ini digunakan untuk merendam tulang padasuhu panas setelah tulang tersebut direndam dengan larutan kapur. Wadah initerbuat dari logam tahan karat, seperti aluminium dan stainless steel.
7.   Wadah penguapan larutan gelatin. Wadah ini digunakan untuk penguapanlarutan gelatin. Wadah ini terbuat dari logam tahan karat, seperti aluminiumdan stainless steel. Bentuknya berupa bak dangkal dengan permukaan luas.
8.   Tungku atau kompor
9.  Cetakan. Cetakan terbuat dari plat aluminium atau  stainless steel yangbersekat-sekat.
3.       CARA PEMBUATAN
1.     Tulang  dipotong  sepanjang  5-10  cm,  direbus  selama  2-4  jam  dengansuhu  100 °  C,  kemudian  dihancurkan  hingga menjadi serpihan-serpihansepanjang 1-3 cm.
2.     Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicucidengan air tawar.
3.     Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 ° Cselama 4 jam, suhu 70 ° C selama 4 jam, dan 100 ° C selama 5 jam.
4.     Pemrosesan selatin.
5.     Tulang dikeringkan pada suhu 100 ° C, sampai kadar airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi tepung.
6.     Pengemasan dan penyimpanan.
 
Pemotongan ternak selain menghasilkan karkas juga menghasil kan sejumlah hasi likutan dan limbah dalam jumlah yang besar. Tulang merupakan hasil ikutan yangjumlahnya cukup besar. Tulang dapat diolah menjadi tepung tulang yang berguna untuk bahan tambahan pupuk padat dan cair organik. Seperti halnya tepung darah sebagai sumber N, tepung tulang juga dapat berfungsi sebagai sumber Posfor (P) dan Kalium (K).Proses pembuatan tepung tulang secara sederhana dapat dilakukan dengan membakar tulang hingga remah dan kemudian dilakukan penggilingan. Tulang merupakan salah satu tenunan pengikat. Tulang terdiri dari sel, serat-seratdan bahan pengisi. Bahan pengisi pada tulang adalah protein dan garam- garam mineral,seperti kalsium fosfat 58,3%, kalsium karbo nat 1,0%, magnesium fosfat 2,1%, kalsiumflorida 1.9% dan protein 30,6%.Tulang mengandung kurang lebih 50% air dan 15% sum sum merah dan kuning.Sumsum tulang terdiri dari lemak sebesar 96%. Tulang yang telah diambil lemaknyaterdiri  dari  bahan  orga nik  dan  garam-garam  anorganik  dalam  perbandingan 1:2.
Penghilangan zat organik oleh panas tidak menyebabkan perubahan struktur tulang secara keseluruhan, tetapi akan mengurangi berat tulang
Berdasarkan asalnya, tulang dapat dibedakan menjadi dua kategori :
1. Collected bone
2. Slaugterhouse bone
Collected bone memiliki ukuran bervariasi, banyak mengandung daging, kadar lemak tinggi (sering terhidrolisia sehingga mutu gelatin yang dihasilkan rendah). Jenis ini lebihcocok untuk pembuatan bahan perekat dan dapat diperoleh dari penjualan daging dipasar.
Jenis Slaugterhouse bone diperoleh dari tempat pemotongan hewan langsung mendapat perlakuan sebelum digunakan lebih lanjut, sehingga sedikit mengalami kontaminasi. Jenis ini cocok untuk bahan baku pembuatan gelatin (suatu hidrokoloid yang dapatdigunakan sebagai gelling, bahan pengental atau penstabil).


Tips Sehat Alami


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Total Tayangan Laman

Copyrights  © edna disnak 2012 and introducing Panasonic S30

Back to TOP