Senin, 04 April 2011

Tentang Brucellosis "Keluron Menular"



Apa yang dimaksud dengan Brucellosis?
Brucellosis adalah penyakit keluron menular pada hewan yang disebakan oleh bakteri Brucella abortus yang menyerang sapi,domba, kambing, babi, dan hewan /ternak lainnya.

Mengapa Brucellosis ditakuti ?
Brucellosis bersifat zoonosa artinya penyakit tersebut menular dari hewan ke manusia.
Menimbulkan kerugian ekonomi akibat keguguran, gangguan reproduksi dan turunnya produksi susu pada sapi perah.

Apa sumber penularan Brucellosis ?
Hewan/Ternak penderita Brucellosis
Bahan makanan asal hewan dan bahan asal hewan yang mengandung bakteri brucellosis

Bagaimana cara penularan Brucellosis
Penularan kepada manusia :
  • Melalui saluran pencernaan, misalnya minum air susu yang tidak dimasak yang berasal dari ternak penderita Brucellosis. Susu segar di Indonesia berasal dari ternak sapi perah. Oleh karena itu ternak sapi perah menjadi obyek utama kegiatan pemberantasan Brucellosis.
  • Melalui selaput lendir atau kulit yang luka, misalnya kontak langsung dengan dengan janin atau plasenta (ari-ari/bali). Dari sapi penderita Brucellosis.
Penularan diantara hewan/ternak
  • Melalui saluran kelamin dari perkawinan alam atau kawin buatan. (ojo asal kawin... :D)
  • Penularan mekanism melalui serangga (termasuk kupu-kupu malam gag bro???)
  • Melalui kandang dan alat yang tercemar kuman BrucellaSp.

BagaimanaTanda-tanda Bruscellosis Pada Sapi?
  • Demam dan keguguran (keluron). Keguguran biasanya terjadipada kebuntingan berumur 5~8 bulan.
  • Keguguran dapat terjadi satu, dua atau tiga kali kemudian memberikan kelahiran normal (kemajiran yang bersifat sementara)
  • Kemajiran yang menetap (permanen)
  • Dari Vagina keluar carian (kokotor) yang bersifatinfeksius karena mengandng bakteri brucella.
  • Kadang-kadang tidak keguguran tetapi mengalami: Retensio plasenta (plasenta tidak keluar dalam 12 jam setelah beranak), Mastitis (radang ambing), Hygroma (kengkak air) pada lutut, Produksi susu menurun , Pada ternak jantan terjadi peradangan pada buah zakar(orchitis) dan anak buah zakar (epididimitis)

Bagaimana tindakan pencegahan dan pemberantasan brucellosis ?
Pada manusia:
  • Susu atau bahan makanan dimasak sebelum dikonsumsi
  •  Dihindari kontak langsung dengan janin atau plasenta yang mengandung kuman
  • Petugas harus menggunakan sarung tangan (plasticglofis) pada saat palpasi rektal (kokodok)

Pada hewan/ternak
  • Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor828/Kpts/OT.210/10/98 tentang Pediman Pemberantasan Penyakit Hewan KeluronMenular (Brucellosis) pada ternak, metode pemberantasan dilaksanakan dengancara test dan slaughter.
  • Pengujian Brucellosis secara teratur pertahun melaluipemeriksaan susu (Milk Ring Test) dan darah (Rose bengl test ComplementFixation Test) terhadap seluruh populasi sapi perah, umur 1 tahun ke atas
  • Pengawasan lalu lintas ternak. Ternak yang masuk kedalam wilayah Jawa Barat harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Negatif Brucellosis yang berlaku selama satu tahun
 Bagaimana penanganan ternak pada kasus Brucellosis?
Ternak penderita Brucellosis ditempatkan terpisah(diisolasi) dari ternak sehat.
Untuk pencegahan penularan pada ternak sehat maka ternak penderita Brucellosis harus secepatnya disembelih bersyarat (1x24 jam):
  • Seluruh organ perut, kelenjar getah bening, ambing dantulang harus dimusnakan.
  •  Daging dilayuan sekurang-kurangnya 24 jam dari waktu pemotongan.


Tips Sehat Alami


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Total Tayangan Halaman

Copyrights  © edna disnak 2012 and introducing Panasonic S30

Back to TOP