Kamis, 13 Januari 2011

Merbok Thailand Memiliki Target Pasar Perkutut Indonesia


Saat ini hobi perkutut di Indonesia sedang naik daun, selain grafiknya ramai hobi perkutut sudah mulai bisa menarik kembali kungmania lawas. Bahkan pasar perkutut Indonesia menjadi salah satu target utama pasar bagi peternak luar negeri untuk menerima produk ternaknya. Untuk memenuhi hal tersebut peternak Thailand khususnya saat ini semakin rajin berburu indukan indukan khas Indonesia untuk diternak untuk mencetak produk khas Indonesia. Investasipun sudah mulai ditanam dengan berbelanja produk Indonesia.

Suasana konkurs perkutut di Thailand
Berani investasi indukan karena pasar indo besar
Sebenarnya ini tidak berlebihan, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh H.Zainuri Hasyim selaku ketua umum P3SI bahwasannya sudah waktunya jika kungmania Indonesia bisa mengekspor perkutut ke negeri tetangga. Kita bersama cukuplah berbelanja burung impor, cintai produk ternak Indonesia untuk diternak dan dilomba. Namun kalau memang masih butuh waktu kita masih boleh memanfaatkan produk impor, namun seperlunya saja terutama untuk menyempurnakan hasil breeding di kandang ternaknya masing masing. Hal ini memang sudah berjalan dan saat ini trend dengan suara ujung yang dlosor (panjang) menjadi bukti bahwa indukan indukan berkarakter ujung panjang dari Thailand memang ampuh mewarnai suara tipe Indonesia. Dan ini harus diakui kungmania Indonesia, nah setelah itu berhasil beberapa peternak Indonesia sudah mulai mengajak barter anak terbaik antar peternak Thailand dan peternak Indonesia. Adalah Bambang Atmadja yang sudah melakukannya, dirinya yang sudah berbelanja berbagai produk di Thailand sekarang bisa menjaual produk terbaiknya ke peternak Thailand, salah satunya dalah TP 666.

Kandang ternak perkutut TPP Birdfarm di thailand
Ternyata TP-666 juga kondang di Thailand, pasalnya sejak MLT dan TPP kebagian jatah anak TP-666 peternak di Thailand juga kepincut untuk mendapatkannya. Dan ini terbukti manjur beberapa peternak besar di Bangkok dan Thailand Selatan langsung kontak Bambang untuk booking anak kandang TP-666. Ternyata selera peternak Thailand juga sama dengan selera suara lokal Indonesia dan beberapa pekan lalu usai tandang balasan ke Indonesia, Tuan Pa, Jakumad Lotu dan Masake Kadeng (Yaki) YKBP membawa oleh oleh anak kandang beberapa peternak Indonesia, lainnya sedang dibookingkan. Bahkan dalam kesempatan santai, Agrobur sempat bertanya kepada Jakumad Lotu pemilik MLT mengapa dirinya membeli produk ternak Indoensia. Ternyata ada pengakuan menarik dari seorang Jakumad, bahwasanya pasar perkutut di Indonesia adalah yang terbesar di bandiing tiga negara lainnya bahkan Thailand sendiri masih kalah. Untuk itulah dirinya merelakan mengolah kandang ternaknya 50 persen untuk kebutuhan kelas A dan kelas B, dan sisanya untuk kebutuhan kelas C (pasar Indonesia).

Kandang ternak perkutut MLT Birdfarm di Thailand
Jadi jelas bahwa sebenarnya pasar Indonesia jadi bidikan peternak di Thailand, walaupun sudah berjalan lama ungkapan Jakumad membuktikan bahwa pasar Indonesia lebih menjanjikan duit. Jadi juga tidak salah jika saat ini peternak di Thailand merelakan duit bathnya di lempar ke Indonesia untuk investasi indukan, sebab mereka ternyata memiliki penghargaan yang tinggi terhadap sebuuah produk terbaik. Jika bagus mengapa kita tidak membelinya sementara pengembangan yang lebih baik diupayakan untuk lebih menyempurnakan lagi.
Jalin kerjasama breeding
Sebenarnya sudah banyak peternak Indonesia melakukan kerjasama breeding dengan peternak Thailand, sebut saja LEO, Palem, CIE, Terminal Perkutut, Makita. Peternak papan atas Indonesia tersebut memang memiliki kepentingan untuk yang satu ini, sebab dengan saling memberikan materi yang terbaik masing masing jelas akan diuntungkan. Jika benar benar bisa keluar istimewa maka kandang bareng tersebut bakal kelewat laris manis.
Salah satunya yang terlihat memanfaatkan hal tersebut adalah MLT yang merelakan betina istimewanya untuk diboyong Terminal Perkutut (TP) Indonesia. Padahal betina tersebut ditawar mahal oleh Bambang namun tetap tidak dijual, justru betina tersebut direlakan untuk diternak di TP. Hasilnya jelas ciamik, anak anak kandang koalisi ini memang langsung bertipe Indonesia dan langsung laris manis di TP. Nah apakak peternak Indonesia sadar bahwa potensi peternakan kita memang benar benar besar shingga kungmania luar negeri melirik pasar Indoesia?


Tips Sehat Alami


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Total Tayangan Laman

Copyrights  © edna disnak 2012 and introducing Panasonic S30

Back to TOP